Jl. Setiabudhi No. 229 Bandung
Phone (022) 2001197
Email Addres kurikulum_sps@upi.edu

Profil

Program Studi Pengembangan Kurikulum membuka jenjang Magister (S2) sejak tahun 1978,  waktu itu bernama Prodi Pengembangan Kurikulum yang didirikan oleh Prof. Dr. S. Nasution, M.A., sekaligus sebagai ketua Prodi Pengembangan Kurikulum pertama. Hal tersebut didasari adanya kesepakatan bahwa tenaga ahli pengembang kurikulum berada pada jenjang Magister dan Doktor.  Mahasiswa pertamanya antara lain, yaitu: Prof. Dr. R. Ibrahim, M.A., Prof. Dr. Nana Syaodih Sukmadinata, Prof. Sudiarto dan Prof. Mugiadi.

Peringkat akreditasi Program Magister (S2)  Program Studi Pengembangan Kurikulum  saat ini adalah A dengan SK BAN PT No. 2652/SK/BAN-PT/Akred/M/VIII/2017 yang berlaku sampai tanggal 07 Agustus 2022.

Kajian utama dan kepakaran Program Studi S2 Pengembangan Kurikulum  adalah pengembangan kurikulum dan pembelajaran; perencanaan/desain kurikulum dan pembelajaran, implementasi kurikulum dan pembelajaran, evaluasi kurikulum dan pembelajaran, manajemen kurikulum pada pendidikan dasar, menengah, pendidikan tinggi, diklat, dan kedinasan, pengembangan model-model kurikulum dan pembelajaran pada pendidikan dasar, menengah, pendidikan tinggi, diklat, dan kedinasan; dan penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam praktek pengembangan kurikulum dan pembelajaran.  Program Studi Pengembangan Kurikulum  memiliki visi menjadi salah satu pusat keunggulan (center of excellence) bagi pengembangan dan penyebarluasan ilmu dan keahlian dalam bidang kurikulum dan pembelajaran pada tingkat regional, nasional, dan internasional yang secara signifikan mampu mendorong peningkatan mutu dan kinerja system pendidikan di Indonesia.

Program Studi Pengembangan Kurikulum telah melakukan kerjasama dengan Asosiasi Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN), Universitas Kebangsaan Malaysia, Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Universitas Malaya, Monash University and Development of Education and Early Childhood Development, State of Victoria Australia, Woosong University Korea, Gunma University Jepang, The Universityof Kitakyushu Jepang, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Direktur Pendidikan Tinggi Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama,  Chungnam National University South Korea, dan Kemendibud.